headerphoto

SEPEDA STRESS

Kamis, 10 November 2011 07:52:19 - oleh : admin

"SEPEDA STRESS"

Di medio ’80-an ada sebuah serial televisi yang sangat terkenal dan revolusioner, “Miami Vice” yang dibintangi oleh Don Johnson dan Philip Michael Thomas. Serial action ini bernuansa efek visual budaya dan musik New Wave yang memberikan pengaruh yang besar pada acara serial televisi hingga sekarang. Pada salah satu episode terbaiknya, tersebutlah seorang pengedar narkoba yang kena ciduk oleh duo detektif ini. Namun berhubung tidak adanya saksi dan barang bukti, sulit untuk me-mejahijau-kan si pengedar ini. Akhirnya si pengedar merasa stress dan tertekan karena terus diintimidasi, ditekan dan dibuntuti kemana-mana untuk mencari barang bukti serta saksi tersebut. Boro-boro bisa keluyuran naik sepeda dengan santai.

Menghadapi keadaan demikian, sampailah ia pada titik puncak stress dan jenuhnya. Si pengedar mengajak duo detektif ini ke apartemennya. Disana dia mengambil gada dan menggempur tembok apartemennya sambil menangis, meracau berteriak-teriak. Ternyata dibalik tembok itulah, ia menunjukkan bahwa dia telah membunuh dengan panik dan “mengubur” si saksi berikut barang buktinya (adegan dramatis ini diiringi dengan lagu “Brothers in Arms”nya Dire Straits) sampai si duo detektif itu terbengong bengong melongo.

Stress dan tekanan dalam kehidupan jika berakumulasi secara bertahap, memang bisa membuat seseorang nanar, tidak sehat dan “sakit”. Namun ilustrasi tersebut di atas hanya merupakan contoh ekstrim yang gamblang, betapa stress bisa mebuat segala-galanya kacau balau. Patut pula kita bersyukur bahwa di zaman modern sekarang, salah satu obat stress murah meriah adalah dengan bersepeda, yang terbukti secara medis dan logis ampuh menghilangkan stress, tekanan psikis dan penyakit fisik, paling tidak meredamlah. Sebuah alat sederhana ini awalnya memang diciptakan untuk memudahkan mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain, namun seiring dengan berjalannya waktu, ternyata banyak manfaat yang bisa kita dapat dari bersepeda ini.

Bayangkan, jika anda bersepeda tanpa ada hambatan kemacetan, tanpa ongkos bensin dan bebas sesukanya kemana anda mengayuhkan ayunan pedal. Baik itu di jalan raya, ke tempat kerja / aktivitas ataupun di pegunungan. Semua itu sahih adanya dan hanya perlu niat dan kemauan untuk sedikit mengeluarkan tenaga dan kalori di badan, demi manfaat mengusir stress dan penyakit lainnya. Belum lagi manfaat jalinan persahabatan yang menjadi nilai tambah dari bersepeda. Murah dan meriah karena tidak perlu memulai bersepeda dengan sepeda yang mahal dan canggih, karena hakikat dari bersepeda adalah berangkat dari kesederhanaan.

Jadi tunggu apa lagi, mari mulai bersepeda secara rutin dan teratur. Sehat didapat, bugar didapat, teman dijalin, yang hilang adalah stress dan penyakit. Di blantika musik Indonesia, saya mengadopsi sebaris kutipan dari lagu “Nyanyian Jiwa” yang dibawakan oleh Iwan Fals, yang sudah saya plesetkan tentunya (mohon maaf kepada Om Iwan Fals). Begini bunyinya :

“….Mengayuhlah, mengayuhlah selagi bisa,
Bersepedalah, Jika itu dianggap penyelesaian….”

Bagaimana menurut anda ?

Ivan

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Artikel" Lainnya