headerphoto

SEPEDA INDEPENDEN

Kamis, 18 Agustus 2011 08:50:36 - oleh : admin

*SEPEDA INDEPENDEN*


Merdeka adalah satu kata yang sangat populer dan menggelora 66 tahun yang lalu saat Iindonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus. Kata merdeka menjadi sangat bermakna dalam sejarah usia republik ini selama 66 tahun, setelah kenyang dijajah selama

350 tahun. Waktu yang sangat lama dalam memberikan pengaruh dan bentuk kultur tersendiri bagi bangsa Indonesia. Dalam konteks mutakhir zaman informasi sekarang, kata merdeka mempunyai makna lebih penting lagi ketika ternyata kita masih dijajah secara ekonomi oleh kepentingan asing, kepentingan politik bahkan dijajah oleh bangsa kita sendiri di berbagai bidang.



Dalam konteks yang lebih mengerucut lagi di keseharian kita, ternyata kita belum merdeka dari kemacetan lalu lintas yang makin merajalela. Sebuah fenomena metropolitan dan kota besar lainnya yang suka tidak suka harus kita hadapi hampir setiap hari. Tapi koq, ya dari tahun ke tahun kita tidak merasakan kemerdekaan dari belenggu kemacetan ini, malah bertambah parah. Apa yang sudah dirintis oleh Mas Tigun dan rekan-rekannya di tahun 70-an mengenai penggunaan jalur lambat bagi pesepeda di kota-kota besar di Indonesia, ternyata dipandang sebelah mata oleh penguasa waktu. Itupun masih berlanjut sampai sekarang, dimana acara-acara yang berkaitan dengan sepeda (fun bike dan sejenisnya) masih bersifat seremonial belaka dan para pejabat yang terlibat disana hanya ikut-ikutan bersepeda kalau ada kamera TV dan media saja.

Di zaman kemerdekaan dulu, sepeda memegang peranan penting sebagai alat tranportasi bagi para penghubung, pengirim berita bahkan mata-mata sebagai bagian dari perjuangan revolusi. Sepeda tidak berubah fungsi dan kesederhanaannya dari tahun ke tahun, tetap sebagai alat tranportasi yang murah, meriah dan menyehatkan. Tetapi justru dari kesederhanaannya itulah, sepeda masih sering diremehkan sekaligus diangkat sebagai alat pamer status keberadaaan seseorang, gaya hidup, bahkan dipolitisir.



Nah, saatnya sekarang sepeda kembali ke khitah-nya, diberi kesempatan untuk ikut andil dalam memerdekakan pengendaranya dari belenggu kemacetan lalu lintas ibu kota dan kota besar lainnya. Menggunakan sepeda ke tempat kerja sudah menjadi alternatif pilihan yang sangat menguntungkan bagi para penggunanya. Inilah salah satu solusi praktis dalam memecahkan semrawutnya masalah kemacetan lalu lintas. Sudah saatnya sepeda mulai eksis di jalan-jalan pada hari kerja, di jam-jam sibuk dengan atau tanpa jalur sepeda.



Bicara soal merdeka, ternyata kita juga bisa merasakan kemerdekaan itu. Saat kita duduk di sadel dan mengayuh sepeda kemana kita mau, kapan kita mau dan bebas macet.



Dirgahayu Indonesia ! Dirgahayu Sepeda !


Ivan gunawan

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Artikel" Lainnya