headerphoto

FEEL THE RIDE

Kamis, 3 November 2011 11:47:40 - oleh : admin

FEEL THE RIDE

Di suatu akhir pekan, saya berkesempatan menyimak acara Oprah Winfrey
Show yang menampilkan bintang tamu seorang aktor watak kelas wahid,
Sean Penn. Dalam acara itu, Penn menceritakan pengalaman dan kerja
kerasnya dalam menyutradarai filmya "Into The Wild".

Singkatnya, film ini berdasarkan kisah nyata seorang penjelajah
Christopher McCandless, yang setelah lulus cemerlang dari
universitasnya pada tahun 1992, meninggalkan semuanya – uang dan
kenyamanan hidup – untuk pergi bertualang sendirian ke Alaska dan
hidup di keliaran alam disana.

Sayangnya cerita tentang Christopher menjadi terkenal justru setelah
kematiannya di usia 24 tahun dalam kesendirian akibat kelaparan di
tengah ganasnya alam liar Alaska. Ia secara sadar dan ekstrim memilih
hidup sendirian di pegunungan Alaska di musim dingin, tanpa lampu,
tanpa uang, tanpa komunikasi.

Aktor yang memerankan Christopher McCandless, Emile Hirsch menyadari
bahwa hidup kita sekarang telah dibanjiri teknologi dengan bantal
empuk kenyamanan hidup. Bahwa sebenarnya ada hal lain-lain di luar
sana yang dapat membantu membentuk manusia menjadi seutuhnya manusia.

Kita tidak perlu meniru Christopher se-ekstrim itu. Namun bersepeda
sebagai sekelumit aktivitas kehidupan sehari-hari berarti juga harus
meloncat mencuat keluar dari comfort zone yang meliputi. Dengan
bersepeda ke tempat kerja atau beraktivitas ada banyak dimensi
kehidupan lainnya di luar sana yang belum atau tidak pernah kita
jumpai sebelumnya selama ini. Bertemu dengan orang bersahaja dan
kebanyakan, menikmati berawalnya denyut nadi kehidupan sehari-hari
menjelang subuh, menikmati keheningan malam dan berjumpa dengan
orang-orang kecil yang masih mengais rejeki sampai jauh malam, sampai
pada berbagi kesenangan bersepeda dengan siapa saja yang kita temui
sepanjang jalan.

Irama kebahagiaan dan kesenangan dalam bersepeda sebenarnya sangat
mudah didapat hanya dengan menghayati dan menikmati setiap kayuhan
pedal sepeda, tidak peduli apakah itu jarak dekat atau jauh, apakah
itu bersama-sama atau lone rider. Kebahagiaan dan senyum simpatik itu
sifatnya menular kepada yang lainnya, walaupun sering para
Bike-To-Worker ini diimbuhi asap knalpot, debu, cemooh dan egoisme
para pengendara mobil dan motor di jalan. Sesungguhnya mereka inilah
para agen perubahan dan pelopor lingkungan sejati.

Semangat, kebahagiaan dan senyum sebenarnya adalah hal-hal sederhana
yang terkadang luput dari perhatian kita dan tanpa sadar kita sering
berpaling melihat ke sudut pandang yang lain. Bersepeda dengan tetap
dilengkapi dengan semangat, kebahagiaan dan senyum simpatik
menunjukkan bahwa kita sebagai pesepedapun punya budaya tertib, santun
dan hak yang sama di jalan.

Dan di akhir acara talk show itu, Sean Penn mengomentari pendek
tentang filmnya itu begini : "Feel the life while you have it" ("Hayati hidup selama kau masih memilikinya").
Rupanya komentar Sean Penn tersebut senyawa dengan jiwa bersepeda yaitu : "Feel the
ride while you have it" yang artinya kurang lebih : "Hayati kayuhan sepeda selama kau
masih memilikinya."

Kita satukan langkah kita bersama dengan giat terus berkampanye ajakan
bersepeda ke tempat kerja !


Ivan

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Artikel" Lainnya